| |
|
Backpacking Around Europe Oct 09, 2008 | www.arioperdana.blog.friendster.com |
| Kuliah di Belanda kurang lengkap rasanya kalau belum mengunjungi negara sekitar. Maklum, negara-negara tetangga sudah tidak asing lagi di telinga kita. Nah
permasalahannya adalah bagaimana cara mengunjungi negara-negara tersebut dengan dana dan waktu yang terbatas.
Untuk mengatasi masalah tersebut, coba susun skala prioritas. Pada kesempatan kali ini, saya dan istri tercinta ingin sekali mengunjungi negara-negara eksotis seperti Spanyol dan Italia. Jadi prioritas utama kami adalah kedua negara tersebut. Tetapi mengingat luas daerah dan biaya yang harus kami keluarkan di kedua negara tersebut, kami kecilkan lagi skala tersebut menjadi negara mana yang akan kami luangkan lebih banyak waktu mengingat keterbatasan waktu dan biaya yang kami miliki. Secara singkat, kami menyusun beberapa rencana sebelum berangkat agar biaya dan waktu perjalanan tidak melewati batas yang kami anggarkan yang ada dalam poin-poin berikut ini: read more |
|
| |
|
Tips Masuk ke Harvard (MBA) Oct 09, 2008 | www.nofieiman.com |
| Sekitar tiga tahun lalu saya pernah menulis tentang Harvard dan terus mendapat tanggapan hingga sekarang. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih detil tentang Harvard, berikut adalah interview dengan Mr. Junaidi, alumni Harvard Business School (HBS) yang kini bekerja di Boston Consulting Group (BCG). Beliau pernah melakukan internship di kantor pusat Microsoft (Redmond, Washington) dan makan malam bersama Bill Gates.
Sebagai catatan, Harvard Business School (HBS) hanya memberikan gelar MBA, PhD, dan executive program. Gelar setara S1 hanya diberikan oleh Harvard College yang dianggap orang-orang lebih prestisius daripada HBS karena acceptance rate-nya jauh lebih rendah. Kendati demikian, HBS merupakan salah satu sekolah bisnis terbaik yang pertama kali memberikan gelar MBA. Jelas tak mudah untuk diterima di Harvard College maupun Harvard Business School. read more |
|
| |
|
Mengurus Visa Amerika Serikat Oct 09, 2008 | www.zikri.com |
| Dengan alasan keamanan warga negaranya dan keamanan si pengunjung itu sendiri, pemerintah Amerika Serikat memang sangat ketat dalam menyeleksi siapa saja orang yang boleh masuk dan siapa yang tidak boleh. Walau alasannya sangat bagus, namun tidak jarang masalah subyektivitas dalam menilai pemohon visa sangat kental. Coba saja berjenggot tebal dan panjang, berbaju gamis, celana menggantung dan memegang tasbih, dijamin anda akan mendapat perhatian ekstra dan segudang pertanyaan untuk men-skak-mat anda, sehingga mereka punya alasan bahwa anda tidak punya cukup alasan kuat untuk datang ke Amerika Serikat. Seperti halnya mengurus visa di semua kedutaan besar negara-negara lain, pemohon harus memulai proses dengan membuat jadwal interview. Untuk Amerika Serikat, permohonan pembuatan janji jadwal interview bisa dilakukan lewat email atau telpon (sepertinya lebih baik lewat email) (update: sekarang harus dilakukan secara online lewat situs web Kedubes AS). Lihat keterangan alamat email dan/atau nomor telpon pada situs U.S. Embassy - Jakarta di link ini. Sebutkan nama lengkap dan nomor paspor anda, sebutkan tujuan utama/jenis visa yang ingin diperoleh (kunjungan wisata, sosial, bisnis atau bahkan migran). Sebutkan pula hari/tanggal yang anda inginkan. Sepengetahuan saya, kapan pun tanggal yang anda minta selalu di-amini, kecuali tanggal tersebut adalah hari libur (termasuk hari libur nasional di Amerika Serikat). Pada tanggal tersebut, anda diminta untuk datang pagi hari jam 07.00. Beberapa orang malah sudah berdiri di tempat antrian sejak sebelum jam 6 pagi! Pintu masuknya sendiri baru mulai dibuka pada pukul 08.00. Yang perlu diingat, loket kasir tutup pukul 10.00.
Sejak akhir tahun 2005, pemerintah Amerika Serikat mengharuskan semua pemohon untuk menggunakan formulir aplikasi pendaftaran elektronik (formulir DS-156) yang diisi di situs web yang telah disediakan. Formulir ini bisa diisi pada halaman web ini. Cetak dan bawa formulir yang sudah diisi dan mendapatkan barcode dari web ini ketika anda hendak mengantri di kedutaan. Tanpa membawa paspor dan formulir, anda tidak akan dilayani. Jangan lupa pula menyertakan pas foto berukuran 5×5. Ada standar ukuran khusus yang telah ditetapkan. Jangan asal 5×5. Amannya, katakan pada studio foto tempat anda hendak membuat pas foto, bahwa anda hendak membuat visa Amerika Serikat. Jika dia tidak mengerti, tinggalkan. Cari saja studio foto yang lain. Di Jakarta banyak studio yang paham koq. Apalagi di sekitar Jalan Sabang, jelas-jelas mereka memajang tulisan “Terima pas foto visa U.S.”. read more |
|
| |
|
Kuliah di Amerika Oct 09, 2008 | www.nofieiman.com |
| Sounds great, right? Tapi, mengapa Amerika? Opini pribadi saya, universitas terbaik ada di Amerika, tetapi universitas terjelek juga ada di Amerika. Oke, kalau memang Anda diterima di Harvard, Yale, Stanford, The Ivy League, it’s just fine. Tapi kalau pun tidak, Amerika mungkin bukan jalan terbaik. Eropa, atau Skandinavia, mungkin bisa menjadi alternatif yang baik. Inggris boleh juga, tapi biasanya terbentur pada masalah biaya. Tapi satu yang pasti, di Eropa, universitas-universitas di sana secara rata-rata bagus dan mempunyai standar yang lebih merata daripada Amerika. Sebut saja Erasmus, Leiden (Belanda), atau juga Jerman yang cukup murah (sekitar ¢500 untuk German language dan ¢1000-1500 untuk yang English language). Pokoknya, jangan kuatir bakal dapet universitas sampah di Eropa. Kalo mau alternatif yang agak murahan secara umum, Australia juga lumayan; Melbourne University, Australian National University, Murdoch, Bond University, dan seterusnya. Kembali ke Amerika, mungkin tetap banyak yang ngotot untuk bisa kuliah di sana. American dreams? Mungkin. Yang jelas, business school sangat mengutamakan GMAT terutama untuk college urutan atas, walaupun GMAT bukan satu-satunya unsur penilaian. Setahu saya, average requirement GMAT untuk universitas di Amerika adalah 630-720 (upper), 570-630 (middle), dan 500-570 (lower). Just remember, GMAT is not the only factor for you to get into the MBA program . read more |
|
| |
|
Sukses Kuliah dengan Beasiswa di Amerika Serikat Oct 09, 2008 | www.madriyanto.blogspot.com |
| Bandingkan dengan calon-calon mahasiswa dari Cina dan India. Apakah anda pikir ribuan anak-anak muda Cina dan India yang bertaburan di perguruan tinggi di Amerika Serikat mendapatkan paket "mewah" seperti diatas. Tidak...! Mereka adalah orang-orang berani yang menganggap fase kuliah dalam hidupnya sebagai fase "bersusah-susah" dahulu untuk memetik kesuksesan nantinya. Bandingkan dengan filosofi orang Indonesia yang justru beranggapan bahwa masa kuliah berbeasiswa diluar negeri adalah masa indah sekali seumur hidup yang harus dinikmati.
Tapi ada juga yang lucu, para mahasiswa kita yang dapat beasiswa "mewah" di Amerika, Australia, Jepang, Eropa banyak yang berpikiran bahwa masa beasiswa adalah masa kesempatan emas untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya sehingga bisa jadi modal hidup sewaktu pulang ke tanah air. Jadi, banyak yang kemudian bersusah-susah disana (makan mie instan, tidak jalan-jalan, dan berbagai bentuk penghematan ketat lain) supaya bisa mengumpulkan uang. Banyak yang sukses, sewaktu pulang mereka bisa beli mobil, beli rumah, dll. read more |
|
| |
|
Sharing Pengalaman Mengurus Visa Amerika Oct 09, 2008 | www.agnesiacandra.multiply.com |
| Minggu lalu aku sibuk nyiapin bahan-bahan perlengkapan untuk mengurus visa kunjungan bisnis ke US. Soalnya kalau diijinkan perusahaan, bulan depan aku dijadwalkan jadi pembicara di dua even yaitu MPLS2008 Showcase di Washington DC dan 2008 WANDL Workshop di New Jersey. Pada mulanya aku agak ketar-ketir juga mengenai pengurusan visa ini, beberapa yg menjadi alasannya: 1. Aku berjilbab dan totally berjilbab di passport dan foto utk disubmit ke kedutaan US sebagai salah satu persyaratan utk pengurusan visa (menyertakan pas foto ukuran 5x5 ) 2. Aku baru saja beberapa bulan yg lalu berkunjung ke kota-kota di Saudi Arabia, karena menjalankan ibadah umroh. Termasuk transit di kota-kota minyak disekitarnya seperti Abu Dhabi dan Yaman.
3. Passport lamaku (yg sudah habis masa berlakunya), entah kenapa diambil oleh pihak imigrasi, sewaktu aku memperpanjang passport setahun yg lalu. Berhubung dulu waktu mengampil passport aku nitip sm Kang Ahmad, jadi aja passport yg lama gak sempat diminta dan aku sendiri setelah itu lupa dan udah pergi keluar kota dll. Alhasil baru sibuk kasak-kusuk sekarang ini, minta ke imigrasi passport lamaku. Dan akhirnya sp sekarang belum berhasil (padahal udah maksa) mendapatkannya
4. Baru berkunjung ke negara Malaysia (masih kandidat sarang teroris juga khan) hehehe...jangan marah ya ...orang Malaysia.
5...dll..berita2 yg aku baca mengenai pengurusan visa di kedutaan US cenderung membuat hatiku makin mengkerut.
Ternyata ....Syukur Alhamdulillah...berkat doa dari semuanya, maka urusan wawancara dan pengurusan visaku berjalan lancar. Masalah utama yg aku khawatirkan, sama sekali gak masalah. Berjilbab bukanlah halangan utk mendapatkan visa US dan aku sama sekali tidak perlu melepas jilbab atau melakukan hal lainnya. Hehehe ....lega...... read more |
|
| |
|
Mengambil Visa Amerika Oct 09, 2008 | agnesiacandra.multiply.com |
| Kemaren merupakan jadwalku utk mengambil visa Amerika di kedubes. Untuk pengambilan visa kita tinggal membawa kertas struk berwarna putih yg mencantumkan nomor antrian aplikasi visa kita dan tgl mulai kapan Visa kita diambil. Jam pengambilan utk visa di kedubes Amerika antara jam 14.30 sd. 15.30.
Karena jadwalnya yg siang, maka aku berangkat dari rumah menuju stasiun kereta api tdk terlalu pagi. Aku masih sempat mengambil beberapa gambar di stasiun Hall (stasiun kereta api Bandung), yg tampaknya agak rapi dan bersih.
Aku naik kereta argo gede jam 10.30 dan diperkirakan akan sampai di stasiun gambir jam 13.30. Hore ....keretanya tepat waktu.....jarang-jarang khan kereta api dari Bandung-Jakarta atau sebaliknya datangnya tepat waktu. Seringnya sih telat sp 30 menit. Tapi waktu udah di stasiun gambir, aku yg bingung ...soalnya msh lama dari jadwal pengambilan visa. Jadi aku bertandang ke mushola di stasiun Gambir. Wah ..ternyata area di seputar mushola sangat jauh berbeda dengan area pembelian tiket di pintu gerbang selatan stasiun gambir. Kondisinya masih seperti yg dulu, kotor dan sumpek...soalnya belum tersentuh renovasi. Kondisi toilet juga demikian masih yg lama dan sudah tentu agak kurang bersih :).
Dengan demikian aku nyatakan bahwa "Stasiun Gambir baru mengalami renovasi sebagian gedungnya, utk area pintu gerbang utara belum tersentuh sama sekali". Mudah2an nanti area ini juga direnovasi.
Selanjutnya aku menuju kedubes Amerika sesuai dengan rencanaku utk mengambil visa. Seperti biasa, sebelum masuk ke kedubes kita harus mengantri di trotoar di depan kedubes. Syukurlah yg antri tdk terlalu banyak jadi aku gak harus berdiri lama di tengah panasnya kota Jakarta ....hikk....penuh polusi udara...
Sebelum masuk pintu gerbang, prosedur yg harus dijalani tetap sama. Ada pemeriksaan tas dan segala isinya. Kali ini aku membawa tas yg lebih simple tp tetap dgn, soalnya udah dpt pengalaman dari dua hari yg lalu, ketika aku membawa tas ransel yg berisikan lap top dan assesoris :). Bedanya dari tipe tas dan isinya yg lebih sedikit, hal yg tetap aku bawa tentu saja lap top utk teman selama di perjalanan dari Bandung ke Jakarta ...hehehe ...dasar perginya sendirian sih ....tetap perlu teman khan. Kalo bawa laptop kan bisa nyambi ngerjain dokumen :) read more |
|
| |
|
Kala Mahasiswa Buka Usaha di Negeri Cina Oct 09, 2008 | www.masalimu.multiply.com |
| Kalau mahasiswa berbisnis sembari kuliah, itu (sebenarnya) cerita biasa. Kalau ada mahasiswa asing berbisnis di negeri orang, itu (sedikit) luar biasa. Itulah yang sekarang sedang dirintis oleh dua orang mahasiswa IMBA NCKU asal Indonesia, Samsul dan Iman. Dengan menyewa sebuah ruangan gedung yang berada di daerah yang menjadi tempat mangkal para pekerja Indonesia, mereka berdua membuka usaha yang berkaitan dengan komputer dan teknologi informasi. Dengan label "Prima Computer", mereka menawarkan beragam jasa, seperti pelatihan Microsoft Office, pengenalan internet, maupun program-program aplikasi lainnya.Target konsumennya, tentu saja adalah para pekerja Indonesia. Mereka yang semula sering hanya kongkow-kongkow, minum-minum, merokok, dan terkadang tawuran dengan pekerja lainnya, sekarang punya aktivitas lain. Setiap hari, terutama Sabtu dan Minggu, adalah pemandangan lazim melihat para pekerja pabrik dan pekerja rumah tangga belajar mengetik dengan Microsoft Word atau belajar chatting dengan Yahoo Messenger. Sarana chatting ini diperlukan terutama oleh mereka yang meninggalkan keluarganya di tanah air.
Meskipun tak dimungkiri potensi bisnis yang ada, namun jelas terlihat betapa usaha ini menawarkan makna yang lebih kepada para pekerja migran, yang diharapkan dapat menambah bekal mereka kala kelak harus kembali ke tanah air. Selain itu, kedua businessmen ini sekarang juga menjadi jarang bisa dijumpai di dorm karena lebih sering mangkal di tempat usaha. Alasannya sederhana: dingin, ada AC-nya... read more |
|
| |
|
Smuggling Oct 09, 2008 | www.blog.dzaia-bs.com |
| Senin kemarin, untuk ketiga kalinya saya naik penerbangan Jakarta-Taipei. Dan penerbangan terakhir ini saya kira adalah penerbangan yang mendebarkan. Bukan, bukan karena cuaca buruk yang mengganggu kendali pesawat yang bisa meresahkan penumpang. Melainkan perjalanan kali ini adalah perjalanan yang disertai aksi penyelundupan. Flash back ke bulan februari yang lalu, di saat seekor anjing berhasil dengan gemilangnya menggagalkan impian makan2 rendang enak anak2 Indonesia di dorm NTU.
Sampai di Taoyuan airport, berbagai peringatan untuk membuang produk2 olahan dari hewan dan tumbuhan sering banget ditemukan. Berbekal pengalaman buruk waktu itu, tercetuslah ide jenius untuk menyangkal si petugas itu jikalau dia pengen menyita barang2 terlarang (abon, paru, dendeng, dll) tersebut. Berikut ini percakapan yang diperkirakan sang penyelundup. read more |
|
| |
|
Moslem meal (MOML) Oct 09, 2008 | www.blog.dzaia-bs.com |
| Untuk Anda2 yang sering berpergian keluar negeri mungkin sudah banyak yang tau kode tersebut. (atau belum ya?) Karena saya juga baru tau belum lama, beberapa hari sebelum pulang ke Indonesia. MOML adalah kode untuk makanan/minuman halal ketika kita berpergian dengan airline. Airline2 yang besar biasanya memiliki fasilitas ini. Selain terhindar keragu-raguan, makan pun jadi lebih tenang dan nikmat. Jadi, untuk Anda2 yang muslim, pastikan Anda memesan moslem meal (MOML) ketika membeli tiket. read more |
|
| |
|
| Pages prev [1][2][3][4][5][6][7][8] next |
|
|
|
|
|
|